Pemilik Kavling Desa Munjul, Kab. Tangerang Meminta Presiden Jokowi Untuk Memperhatikan Nasibnya

  • Bagikan
Pemilik Kavling Desa Munjul, Kab. Tangerang Meminta Presiden Jokowi Untuk Memperhatikan Nasibnya

KAB. TANGERANG, KATAFAKTA.COM – Kuasa Hukum pemilik tanah eks Bandara Soekarno Hatta, Amar Ali dari Kantor Hukum AA and Partner menjelaskan kronologis terkait kepemilikan kavling, bahwa batas ujung tanah tersebut mulai dari samping Kantor Desa Munjul, Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang sampai dengan ujung tiang listrik. Batas sebelah Barat sampai dengan kali dan sebelah Timurnya jalan raya, dengan luas seluruhnya lebih dari 42 hektar.

“Kami selaku kuasa hukum dari para pemilik Kavling tanah Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 21 Februari 2022 menduga bahwa adanya permainan-permainan kotor dari pihak-pihak yang ingin menguasai lahan eks warga bandara dengan cara-cara yang tidak halal dan menggunakan kekuasaan,” ujar Amar kepada wartawan dilokasi lahan, Kamis (15/12/2022).

Jadi sebetulnya tambah Amar, pemilik tanah eks bandara sampai saat ini, semenjak mereka diberikan surat penunjukan kavling tahun 1985 sampai tahun 1987, mereka belum ada kejelasan tentang bukti kepemilikan, tetapi mereka sudah diberikan bukti surat kavling.

“Kondisi ini yang banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, memanfaatkan kelemahan para pemilik karena kurang paham. Jadi, diduga mafia tanah memunculkan hak-hak baru, seolah-olah mereka ini pemilik tanah padahal pemilik tanah aslinya tidak pernah menjual kepada mereka,” ungkapnya.

Oleh karena itu, perwakilan para pemilik tanah eks bandara bersama kuasa hukum menyampaikan keberatan kepada pihak Pengadilan Negeri Tangerang Kelas I A Khusus karena mengeluarkan surat penetapan eksekusi berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 51/PEN.EKS/2022/PN.TNG tanggal 21 September 2022, yang berbunyi Juru Sita PN Tangerang akan melakukan eksekusi pengosongan dan penyerahan terhadap : Bidang tanah seluas 1/2 x 425.000 M2 atau sama dengan 212.500 M2 dengan posisi yang sama, yakni masing-masing bagian akan berhadapan atau berbatasan dengan Jalan Raya Munjul di bagian Selatan dengan ukuran yang sama.

Kata Amar dengan terbitnya surat eksekusi ini diduga penuh dengan permainan, kenapa? karena dari pemberitahuan surat eksekusi yang di sampaikan kepada pihak desa itu sangat tidak jelas batas-batas tanah yang akan dieksekusi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *