banner 728x250

Wakapolda Sumsel Ajak Berkolaborasi Dalam Penanggulangan Karhutla

  • Bagikan
banner 468x60
banner 468x60

PALEMBANG, LENSASRIWIJAYA.COM – Kabareskrim Polri Komjen Pol.Drs Listiyo Sigit Prabowo M.Si memberikan materi Sosialisasi Penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan, bertempat di Ballroom 2 Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (10/03/2020).

Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh gubernur provinsi Sumatera Selatan H.Herman deru dengan ditandai pemukulan gong. serta pemberi materi juga disampaikan oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan S.I.K., S.H.M.H, Dirjen Gakkum KLHK RI DR. Rasio Ridho Sani, Kasatgas Sumber Daya Alam lintas negara Kejagung RI Erna Normawati putriewidodo.

banner 336x280

Kabareskrim menyampaikan bahwa yang menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) penyebab kebakaran ini secara umum ada dua yang pertama adalah penyebab oleh alam biasanya terjadi di negara-negara subtropis seperti Amerika, Kanada dan negara tetangga kita yang luar biasa sehingga sampai saat ini.

Dikatakan Listiyo Sigit, kebakaran kenapa bisa terjadi karena alam, karena gesekan saja bisa mengakibatkan kebakaran itu di wilayah hutan subtropis terus bagaimana Indonesia. apakah terjadi karena alam atau karena penyebab yang lain ternyata dari hasil survei untuk Indonesia ini 90%.

“Karena di sekitarnya adalah wilayah tropis sehingga menyebabkan alam itu kecil terjadinya, kelembaban dan curah hujan pada saat terjadi petir biasanya, situasi sedang hujan sehingga kebakaran hutan tersebut tidak terjadi, dan kemungkinan terbesar yang ada di Indonesia kebakaran hutan karena unsur manusia,” ujarnya.

Rata-rata ini terkait dengan upaya untuk membuka lahan untuk ditanami yang biasa dilakukan oleh perseorangan maupun oleh korporasi, zaman dulu dan sekarang sudah tidak maksudnya baik namun demikian tidak berarti hanya berdampak terhadap masalah yang menjadi masalah nasional akan menjadi perhatian internasional terkait dengan masalah yang terjadi di Indonesia.

Hal ini bisa membuat Indonesia rugi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kabut asap yang terus-menerus berulang ini tentunya akan meningkatkan persepsi global yang negatif terhadap Indonesia, menjadi masalah karena mereka menganggap Indonesia ini adalah negara yang tidak peduli lingkungan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara kita,” tutupnya.

Sementara itu, Wakapolda Sumsel Brigjend Pol Rudi Setiawan mengatakan, bahwa dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah), lebih baik kita mencegah dari pada menanggulangi, wilayah Sumsel terdapat lahan gambut, ditahun 2019 lalu, pada saat terjadinya kebakaran cukup sulit bagi kita yang melakukan pemadaman,” jelasnya.

“Karena saya turut terjun langsung merasakan melakukan penanganan bersama Gubernur Sumsel, rekan-rekan TNI, Kepala BPBD Sumsel, relawan dan personel dilapangan, untuk itu mari kita bersama berkolaborasi dalam pencegahan maupun penanggulangan karhutla, mari kita bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” ungkap Wakapolda Sumsel.

Rudi menambahkan, bahwa struktur pencegahan dan penanggulangan Karhutla, Polda sebagai Subsatgas Operasi Darat, Kasubsatgas Gakkum nya Dirreskrimsus.

“Berdasarkan analisa kita di tahun 2019 lalu, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diwilayah Sumsel 99% disebabkan oleh ulah manusia, untuk itu mari bersama kita saling mengingatkan dan menyampaikan kepada masyarakat ataupun sekitar kita, ayo bersama-sama kita lakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel,” tandasnya. (Della)

banner 336x280
banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *