JAKARTA, KATAFAKTA.COM – Disela-sela kesibukannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta Selatan, Taqiyuddin masih menyempatkan diri saat Katafakta.com menyambangi dan diterima diruang kerjanya di KPUD Jakarta Selatan, Jl Pangeran Antasari No 53, Cipete Utara, Jakarta Selatan.
Siapa yang menyangka pria yang akrab disapa Bang Taqi ini mempunyai penampilan low profile, dengan sikap rendah hati, mau mendengarkan orang lain, sangat proaktif dan gamblang memberikan keterangan terkait peran KPU, khususnya KPUD Jakarta Selatan sebagai penyelenggara pemilu di tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan jelang pemilu serentak pada 14 Februari 2024 nanti.
Berikut ulasan wawancara Katafakta.com dengan Ketua KPUD Jakarta Selatan.
Hingga saat ini, Seperti Apa persiapan KPUD Jakarta Selatan menghadapi Pemilu Serentak 2024 nanti?
Satu hal yang saat ini sedang dipersiapkan yakni terkait gudang penyimpanan logistik. Kalau bicara gudang wilayah Jakarta Selatan, untuk dititik awal tentu bicara hulu dan hilirnya, yakni bagaimana alur logistiknya, dimana hulunya transit awal untuk didistribusikan kepada PPK (tingkat kecamatan, red) yang kemudian dari PPK ke TPS dan setelah pencoblosan hingga rekapitulasi di TPS akan naik lagi ke PPK. Lalu rekapitulasi dan diplenokan di PPK baru balik lagi ke hilir, yakni KPUD tingkat kota.
Di Jakarta Selatan ada 10 kecamatan, dan kecamatan mana saja yang sudah siap menampung logistik Pemilu?
Kami harus berkoordinasi dengan pihak pemerintah kota (Pemkot) terkait fasilitas Pemkot ditingkat kecamatan untuk mencari tempat yang refresentatif untuk digunakan sebagai gudang logistik Pemilu. Adapun GOR yang bisa digunakan yakni, GOR (Gelanggang Olahraga, red) yang ready ada 5 GOR, diantaranya GOR Kecamatan Jagakarsa, Cilandak, Pancoran, Pasar Minggu dan GOR Pesanggrahan. Sementara untuk 4 GOR yang belum tersedia ada di Kecamatan Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Tebet dan Mampang. Semua itu hasil koordinasi kami dengan pihak Pemkot. Alhamdulillah sudah menemukan lokasi penggantinya.
Apalagi di Jakarta Selatan informasi awal ada 6 GOR yang tidak bisa digunakan, 1 diantaranya akan direvitalisasi, artinya hanya 5 yang bisa digunakan. Namun kabar terakhir setelah kami berkordinasi dengan Disorda, revitalisasi ditunda. Jadi masih kurang 4 kecamatan yang harus kami lengkapi, termasuk Kecamatan Setiabudi yang tidak ada GORnya.
Setelah gudang/penyimpanan logistik siap, kapan rencana didistribusikan?
Tahap pertama, memang rencananya pada tanggal 15 Oktober kemarin Kotak Suara dan Bilik Suara didistribusikan, namun ditingkat kecamatan masih belum clear. Setelah didiskusikan dengan pihak KPUD provinsi, rencananya didistribusikan pada tanggal 27 Oktober hingga pekan pertama dibuka November 2023 ini.
Sementara untuk fasilitas gudang tingkat kota yakni Gudang Sarinah yang berlokasi di Cikoko, Pancoran saat ini dalam proses menuju tandatangan kontrak. Insya Allah awal November sudah bisa di gunakan.
Mengenai KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) apakah ada yang berubah aturan, mengingat Pemilu 2019 banyak yang meninggal?
Menurut PKPU, tercantum untuk KPPS mempertimbangkan usia 17 – 55 tahun dan ada persyaratan administrasi tambahan yakni surat kesehatan secara maksimal, seperti pemeriksaan kesehatan apakah calon KPPS ada penyakit bawaan (komorbid) atau penyakit dalam. Ini dilakukan agar kejadian pada pemilu di tahun 2019 tidak terulang lagi.
Apakah ada koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi calon KPPS?
Kami masih menunggu arahan dari KPUD provinsi terkait nantinya KPUD provinsi akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Untuk kami tingkat kota, nanti akan koordinasi dengan pihak Suku Dinas Kesehatan.
Kapan perekrutan KPPS?
Sampai sejauh ini kami masih belum mendapatkan Petunjuk Teknis (Juknis) dari KPUD Provinsi. Bila semua persiapan lancar dan siap di publis, kami akan sampaikan sebatas kapasitas di KPUD Jakarta Selatan.













