Jaman Digital, Keluarga Besar NU Harus Siap Menghadapi dan Memanfaatkan, Agar Tidak Ditinggal Umat

  • Bagikan

DEPOK, KATAFAKTA.COM – Dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Nusa Unggul Makara bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Halaqoh Strategi Dakwah Aswaja di Era Digital” dengan tema “Kuat Literasi, Aktual dan Kekinian”, di Pondok Pesantren Roudlotunnur, Nusa Unggul Makara, Limo, Depok.

Salah satu narasumber, Alhafiz  Kurniawan menyampaikan, jaman digital seperti ini, dalam konteks keberagaman di era masa politik, nilai agama cukup laku di Indonesia, karena masyarakat yang cukup religius.

“Tantangan kita di era digital dalam konteks agama, banyaknya berita hoaks yang dapat menjadi politisasi,” ujar Hafiz, Redaktur Pelaksana, NU Online, Jum’at (30/12/2022).

KH Adnan Anwar mengatakan, pemerintah kota, termasuk juga Pemkot Depok diharapkan ada anggaran untuk Gerakan Literasi Digital. Sebab, ini diperlukan tentang cara mengembangkan sikap untuk menghargai otentisitas di dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Karena, data dan informasi yang diterima dan disebarkan harus sudah teruji kebenaran, faktualitas, dan kredibilitasnya. Jangan sampai ada pembodohan, hingga tidak hanya menguntungkan pihak lain,” tandasnya.

Dalam strategi dakwah modern katanya, adalah bagaimana cara berpikir (sistem of thinking). Makanya, orang Nahdlatul Ulama (NU) diajari cara berpikir bagaimana membuat orang NU. menjadi pintar.

Menurutnya, untuk membangun Indonesia itu belum terlambat, itupun kalau memilih pemimpin yang benar.

“Maka carilah pemimpin yang benar, yang mengerti, tidak hanya dibumbui agama. Tapi kalau tidak mengerti geopolitik, ya untuk apa?,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Tanfidziah PCNU Kota Depok, KH Achmad Solechan mengungkapkan bahwa adanya perkembangan jaman untuk memiliki strategi dalam berdakwah, termasuk dakwah digital.

“Dakwah melalui digital juga menjadi prioritas, terutama sekali untuk kota-kota besar seperti Jakarta dan kota penyangga, salah satunya kota Depok. Oleh karena itu, NU segera melakukan orientasi dakwahnya supaya tidak kehilangan jamaah dan umatnya,” ujar Solechan kepada wartawan, Jum’at (30/12/2022) di sela acara.

Penyadaran-penyadaran ini melalui Holaqoh ini diharapkan semua keluarga besar NU untuk menyambut era digital ini dalam strategi dakwah. “Kalau tidak, kita berpotensi kehilangan umat, karena yang lain sudah memanfaatkan digital,” ulangnya.

NU katanya lagi, sangat kuat dan mapan literasi, hanya bagaimana mentransformasikan atau memindahkan literasi itu sentuhan yang kekiniannya, yang sesuai dengan selera jaman.

“Nah, ini yang harus dioptimalkan oleh NU dan didistribusikan dengan paket -paket kebutuhan jaman. Dan kita sudah menuju kesana, namun kadang-kadang konten atau packagingnya/kemasannya kurang pas,” imbuhnya.

Oleh karena itu tambahnya, anak-anak muda NU, terutama mereka yang secara teknologi tidak asing, itu harus mau tidak mau membawa pesan Aswaja yang sesuai model suasana anak-anak jaman sekarang.

“Kita sebagai orang tua harus bisa melakukan pendekatan -pendekatan agar tahu selera mereka. Mudah-mudahan itu yang bisa kita optimalkan. Untuk Depok sendiri kita terus berjuang dan membangun agar jangan sampai tengelam, walau mungkin mentransformasikan tidak mudah, harus terus-menerus agar tidak kehilangan spirit,” ungkapnya.

Sementara, Ivan Aulia Ahsan selaku Pemimpin Redaksi media NU Online menambahkan, bagaimana strategi dakwah sahabat-sahabat Ansor dan Fatayat di dunia digital.

“Populasi penduduk Indonesia hari ini 62-63 persen itu usia milenial, artinya kalau dalam NU, ini generasi Ansor dan Fatayat maupun PMII. Dan ini menjadi tulang punggung Indonesia saat ini. Oleh karena itu tambahnya, dari 120 juta warga Nahdliyyin, mungkin 62_63 persen itu adalah generasinya sahabat Ansor dan Fatayat,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Camat Limo, Sudadih mengatakan, pihaknya sangat mendukung dakwah digitalisasi ini.
Karena tidak semua orang mencari informasi terkait Aswaja di Kecamatan Limo.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada kyai dan tuan guru yang memberikan pencerahan kepada warga kami,” ungkap pria yang juga warga Nahdliyyin. (IDR)

Editor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *