Korwil FBR Depok-Bogor Raya, H Nawi : Anggota FBR, bukan anak kecil lagi, tahu mana yang benar dan salah

  • Bagikan

DEPOK, KATAFAKTA.COM – Dimasa pandemi Covid-19 saat ini, hampir semua kegiatan dilakukan secara terbatas, termasuk juga kegiatan kemasyarakatan. Hal ini juga dialami salah satu ormas besar Forum Betawi Rempug (FBR) kota Depok dan Bogor Raya.

Koordinator Wilayah FBR Kota Depok dan Bogor Raya, H Nawi mengungkapkan, saat ini pastinya semua berharap agar pandemi ini bisa tertangani pengendalian.

“Disinilah peran pemerintah dan kita sebagai masyarakat untuk saling bersinergi menjaga protokol kesehatan demi keselamatan dan kesehatan bersama. Dan satu lagi, jangan lupa vaksin serta jangan terima informasi yang bersifat bohong (hoax),” tandas pria asal Betawi Depok ini kepada wartawan dikediamannya, Senin (4/10/2021).

H Nawi juga menginstruksikan kepada anggotanya untuk benar-benar mengikuti program vaksinasi. Dari kurang lebih anggota FBR 10.000 orang yang sudah divaksin sekitar 50%. Dirinya berharap, jika virus Corona masuk ke diri kita, dan kita berharap vaksin bisa menjaga dan menangkal itu.

“Alhamdulillah, selama satu minggu, kita membantu program pemerintah melalui kepolisian dengan pelaksanaan program vaksinasi, sehari kuota 200 orang,” katanya.

Dikesempatan yang sama, dirinya juga mengakui, bahwa kepada anggotanya diberikan kebebasan bagaimana caranya mereka mendapatkan rejeki. Namun begitu, harus yang terhormat dan tidak melanggar hukum.

“Anggota FBR bukan anak kecil lagi, udah dewasa, udah tau mana yang salah dan benar. Apalagi yang melanggar hukum. Kita memang ada advokasi, tapi kan hanya sekedarnya saja, artinya kalau dia melanggar hukum dan harus dilanjutkan, ya proses,” tandas pria yang juga Penasehat Pandawa Lima.

Terkait Pandawa Lima, dirinya bersyukur, dengan adanya Pandawa Lima yang terdiri dari lima ormas yakni FORKABI, BPPKB Banten, Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Pemuda Muslim Maluku.

Dijelaskan, dalam struktur organisasi FBR memang agak beda dari organisasi lain, seperti di FBR tidak ada pengurus DPC atau PAC, tapi ada yang namanya Gardu. Sesuai instruksi dari Ketua Umum, dulu satu Gardu itu berjumlah kurang lebih 200 orang, namun sekarang kurang lebih 100 orang satu Gardu, tapi ada yang satu Gardu lebih dari 700 orang. Sedangkan untuk FBR Depok dan Bogor Raya saat ini berjumlah 21 Gardu.

“Nah Gardu ini yang langsung kepada Korwil, apabila terjadi sedikit gesekkan dan yang berperan dalam menginvestigasi permasalahan adalah Timsus. Dan Timsus juga membantu saya,” jelasnya.

Pewarta : Is Idris
Editor : Redaksi

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *