Gubernur dan Wagub Jateng,Tinjau Progres Pembangunan Proyek Tol Semarang-Demak dan Kolam Retensi

  • Bagikan
Oplus_131072

Jakarta (KATAFAKTA ) – Kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi ke proyek tol Semarang-Demak, selain untuk melihat progres pekerjaan tol Semarang-Demak yang terintegrasi tanggul laut. Saat ini pekerjaan masih sesuai progres dan perkiraan tersambung sekitar bulan Oktober 2025. Kendala saat ini masih sekitar cuaca hujan sehingga pengiriman material dari quarry terbatas.

Dihari yang sama, Selasa (27/5/2025), Gubernur Ahmad Luthfi yang didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen sekaligus cek kondisi pekerjaan kolam retensi 1C Terboyo dan Sriwulan, yang mana kolam ini mampu menampung ketika elevasi banjir untuk Terboyo 210 ha sekitar  6.717 .000 M3 air dan untuk Sriwulan 38 ha sekitar 1.100.000 m3.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, jika saat ini masih ada genangan air di Sayung, hal ini dikarenakan masih ada sekitar 800 meter tanggul tol yang belum tersambung, sehingga air rob masih bisa menembus ke daratan.

Mohon dukungan masyarakat terutama yang berada di lokasi – lokasi pekerjaan, sebab proyek ini adalah untuk anak cucu kita kemudian hari. Sudah lama Sayung Genuk terganggu dengan air rob setiap tahun. Semoga dengan proyek ini selesai anak cucu kita bisa bersekolah dan bekerja dengan nyaman,” ujar Gubernur.

Dikesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menambahkan, upaya lain yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam waktu dekat adalah memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir dan rob, salah satunya terkait kebutuhan air bersih.

“Nanti untuk masyarakat di wilayah Sayung yang terdampak, kan mereka butuh air bersih. Nanti desalinasi (pengolahan air payau jadi air tawar siap minum) kita siapkan di situ. Sebagian untuk rumah apung juga sudah mulai kita bahas, kita siapkan untuk masyarakat,” katanya.

Sementara dilain sisi, Humas Pembangunan Tol Semarang-Demak dari PTPP, Robby Suwarna mengungkapkan, yang sedikit jadi hambatan pekerjaan, informasi yang didapat dari para supplier material, adanya pungutan-pungutan dari wilayah untuk bisa masuk ke area harus ada retribusi berkisar antara 8.000 sampai dengan 24.000 menyesuaikan volume material.

“Ini dikeluhkan oleh para supir dan pengusaha supplier material. Retribusi ini terjadi sekitar Morosari Bedono dan sudah berjalan lama. Kami berharap dukungan bersama-sama, sehingga percepatan pekerjaan bisa kami lakukan dengan baik dan kualitas terjamin,” ucapnya melalui keterangan pers diterima Katafakta.com

Diakui, dengan adanya pembangunan dipastikan gangguan akan kenyamanan akan terjadi, namun dampak ini hanya sesaat jika selesai pembangunan maka manfaat jangka panjang yang akan didapatkan oleh masyarakat. (IDR)

  • Bagikan