Kebakaran Lahan di Gunung Sumbing Sudah 90% Dipadamkan

  • Bagikan
Gunung Sumbing,Kebakaran Gunung Sumbing, Pemadaman Kebakaran, Kabupaten Wonosobo, Berita Terbaru, BPBD Wonosobo
Sumber Foto : kompas.com

WONOSOBO, KATAFAKTA.COM — Pada Sabtu (2/9/2023) hingga siang hari, upaya pemadaman kebakaran lahan di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, masih berlangsung. Sementara itu, 61 pendaki telah berhasil dievakuasi dari Gunung Sumbing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Bambang Triyono, menginformasikan bahwa dari total lahan yang terbakar seluas 240,2 hektar, sekitar 90 persen sudah berhasil dipadamkan. “Update sampai pukul 13.05 hari ini, kami berada di basecamp Gajahmungkur di Desa Lamuk, Wonosobo. Pemadaman sudah mencapai hampir 90 persen,” ungkap Bambang dalam video yang diunggah kepada wartawan pada Sabtu sore.

Kebakaran di Gunung Sumbing telah terjadi sejak Jumat (1/9/2023) malam. Bambang menjelaskan bahwa lokasi kebakaran terdapat di Petak 29-1 seluas 221,5 hektar dan Petak 29-3 seluas 18,7 hektar. Sebagian besar area yang terbakar adalah rumput alang-alang, dan beruntungnya, jaraknya jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak ada ancaman langsung terhadap mereka atau lahan pertanian.

Dalam kejadian tersebut, api juga merambat ke sisi barat karena tiupan angin, sehingga pemadaman fokus dilakukan di area tersebut. Tim pemadam terdiri dari ratusan personel dari BPBD, TNI, Polri, sukarelawan, dan warga setempat. Proses pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan gepyok, sebuah alat tradisional untuk memadamkan kebakaran. Hal ini dikarenakan lokasi kebakaran terletak di ketinggian antara 2.500 meter dan 2.900 meter di atas permukaan laut, yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam dan selang air.

Bambang juga mengungkapkan bahwa BPBD Wonosobo telah meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengerahkan helikopter guna melakukan water bombing atau penyemprotan air dari udara, untuk membantu upaya pemadaman.

Sementara itu, seluruh pendaki yang berada di Gunung Sumbing telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 61 pendaki telah kembali ke basecamp masing-masing pada Sabtu pukul 01.00 dini hari.

Kepala Kepolisian Resor Wonosobo, Ajun Komisaris Besar Eko Novan, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel di sejumlah basecamp di lereng Gunung Sumbing untuk membantu dalam pemadaman dan evakuasi pendaki. Polres Wonosobo juga mendapat dukungan satu regu Satuan Brimob Polda Jawa Tengah.

Eko juga mengimbau masyarakat dan pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengambil tindakan pencegahan kebakaran. “Kami himbau bagi masyarakat di sekitar hutan atau pegunungan agar melakukan upaya mitigasi pencegahan kebakaran lahan. Para pendaki juga diingatkan agar memastikan api yang mereka gunakan benar-benar sudah dimatikan,” tambahnya.

Akibat kebakaran ini, Perhutani telah mengeluarkan surat edaran yang menutup semua jalur pendakian ke Gunung Sumbing. Surat tersebut bernomor 0506/059.1/KDU/2023 dan diterbitkan pada tanggal 1 September 2023, yang menyatakan bahwa semua jalur pendakian akan ditutup sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *