banner 728x250

Waskita Karya (WSKT) Tetap Ingin Lakukan Aksi Ini!

  • Bagikan
banner 468x60
banner 468x60

JAKARTA, Katafakta.com – Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengungkap update informasi terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

Presiden Direktur WSKT Destiawan Soewardjono menegaskan, perseroan memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat. Hal tersebut sebagaimana tertera dalam keterbukaan informasi perseroan saat menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu.

banner 336x280

Rencana yang dimaksud bos Waskita Karya adalah penambahan modal lewat rights issue yang sempat tertunda pada tahun 2022 lalu.

“PMHMETD PUT III tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2023,” jelas Destiawan dikutip Senin (20/3/2023).

Atas rencana tersebut, lanjutnya, Waskita Karya akan mengajukan persetujuannya kembali pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang rencananya akan dilaksanakan pada semester I-2023.

“Namun perseroan bersama konsorsium konsultan terlebih dahulu menyelesaikan peninjauan ulang secara komprehensif terhadap implementasi master restructuring agreement (MRA),” terang Destiawan.

Dia menyatakan, pemegang saham utama perseroan, dalam hal ini Pemerintah Indonesia akan melakukan peningkatan modal dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2022 senilai Rp 3 triliun yang akan diserap melalui proses PMHMETD PUT III.

“Di mana hal tersebut sempat tertunda pelaksanaannya pada tahun 2022 dikarenakan kondisi pasar global yang kurang kondusif,” sebut Destiawan.

“Atas rencana tersebut, perseroan akan kembali melanjutkan proses PMHMETD PUT III yang sempat tertunda yang akan dimintakan persetujuannya pada RUPST yang rencananya akan dilaksanakan pada semester I tahun 2023,” pungkasnya. (IDR)

 

 

 

banner 336x280
banner 325x300
Penulis: Redaksi Editor: Redaksi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *