BANDUNG, KATAFAKTA.COM – Pemasukan Anggaran Daerah (PAD) khusus di bidang parkir kota Bandung harusnya bisa menopang pembangunan dan ekonomi wilayah, itupun jika di kelola dengan baik dan benar.
Perparkiran yang tertata dalam sebuah kota dimana ada keramaian seperti pasar yang pengunjungnya bisa keluar masuk secara instan bisa memberikan kontribusi besar pemasukan terhadap wilayah tersebut.
Menurut juru parkir, mengatakan, bila dikelola dengan baik, lumayan bisa ada pemasukan. Apalagi bila ramai atau musim tertentu, pastinya banyak pengunjung pasar, walau sekarang bisa dikatakan ramai juga. Namanya juga pasar.
“Biasa satu motor 2 ribu, kadang banyak puluhan motor bisa ratusan sehari, apa lagi bila ramai musim tertentu,” katanya, Selasa (11/7/2023).
Selain itu sambungnya, ada yang ambil satu minggu sekali. Dari Dishub, kalau tidak salah mandor Dishub yang baru, dulu yang lama tahu hafal, yang baru ini kurang tahu.
“Yah kalau di kelola masih orang lama, hanya beda pengurusan saja sekarang mah. Kan orang Dishub juga nyarinya orang lama, karena yang mengerti kan orang lama, dari kewilayahan ngambil kalau pas lewat saja, mampirlah,“ jelas jukir.
Seperti diketahui, jumlah armada jenis R2 (motor, red) yang parkir di pasar Ujung Berung kategori lumayan banyak, dan pastinya omset jutaan rupiah perharinya. Meski tanpa karcis resmi, jika di kelola dengan baik tentu bisa menjadi pemasukan yang fantastik, namun sangat di sayangkan banyak oknum yang bermain demi kepentingan pribadi. (Red)








