JAKARTA, Katafakta.com – Pemindahan dan pembangunan ibu kota negara Indonesia dan yang nantinya akan menjadi Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara diharapkan memberikan efek luas kepada masyarakat.
Pemindahan dan pembangunan ibu kota negara Indonesia baru, tersebut bisa mendorong atau memicu perkembangan sektor ekonomi, pendidikan, pertanian, kesehatan dan sosial budaya.
Hal ini juga yang menjadi harapan PT TATAG Group sebagai salah satu perusahaan produksi/pengolahan beras untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan beras di ibukota baru, IKN Nusantara.
CEO PT TATAG Group, H Rudiman mengungkapkan saat ini dirinya sedang berjuang untuk membangun 2 pabrik beras di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Wajo dengan investasi masing-masing satu pabrik sekitar Rp50 miliar yang rencananya akan menghasilkan 6-7 ton perjam.
“Kedepannya, rencana pabrik ini untuk mensuplai beras ke Sulawesi, Kalimantan dan Maluku, bahkan juga akan suplai se-Jabodetabek. Nah, dengan keberadaan IKN Nusantara nantinya, sesuai dengan arahan bapak presiden Joko Widodo dimana nantinya seluruh pegawai Kementerian, lembaga maupun badan akan pindah ke IKN Nusantara. Disinilah kami (PT TATAG, red) akan menyiapkan kebutuhan beras, khususnya untuk IKN Nusantara di Kalimantan Timur dan sekitarnya,” ujar Rudiman dalam keterangannya, Selasa (21/3/2023).
Dikesempatan ini juga, Rudiman mengutarakan bahwa keberadaan perusahaan yang dipimpinnya selama ini sudah berjalan, namun proses produksi pengolahan beras masih bersifat tradisional, karena memang bisnis keluarga.
“Dalam bisnis ini, kami sudah masuk generasi ketiga dan memang sudah turun menurun, namun masih memakai cara tradisional. Karenanya, untuk meningkatkan hasil produksi, kami akan membangun pabrik penggilingan dan pengolahan beras modern (Modern Rice Milling Plant) dengan hasil beras premium. Untuk beras premium sendiri sudah ada SK Menteri Perdagangan, dimana harga di wilayah Kalimantan Timur Rp13.500/kg,” ungkapnya.
Menindaklanjuti arahan presiden Joko Widodo mengantisipasi kebutuhan pangan di IKN Nusantara nanti, pihaknya akan membeli gabah langsung dari petani, hal ini dalam rangka menjaga stabilitas harga gabah. Agar tidak terjadi disaat panen.
“Seperti kita ketahui, Sulawesi Selatan itu nomor empat lumbung padi nasional setelah pulau Jawa. Sedangkan kabupaten Pangkep dan Wajo ini merupakan lumbung padi di Sulawesi Selatan,” katanya.
Diceritakan, beberapa kali dirinya mengikuti arahan presiden Joko Widodo, dan membangkitkan semangat untuk membangun pabrik pengolahan beras di Sulawesi Selatan. Pihaknya akan mempersiapkan investasi sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan dua pabrik pengolahan beras secara modern.
“Kami mengharapkan dukungan pemerintah lewat dunia Perbankan sehingga rencana tersebut dapat segera terealisasi bersama Petani Sejahtera,” imbuhnya.









