Pencemaran di TPK Sarimukti, Bukti DLH Jabar Gagal Mengatasi Lingkungan

katafakta.com Sebarkan Fakta Cerdaskan bangsa 27/09/2022 27 September 2022 https://katafakta.com

BANDUNG, KATAFAKTA.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat harusnya peka dan cermat dalam penanganan TPK Sarimukti Cipatat Kabupaten Bandung Barat. TPK Sarimukti menjadi bukti gagalnya DLH Jawa Barat dalam mengatasi lingkungan, terbukti pada TPK Sarimukti masih terlihat sangat jelas pencemaran lingkungan dan sungai yang dimana air Lindi yang mengalir bebas meluncur ke sungai atau anak sungai Citarum tanpa ada pengelolaan dan banyaknya sampah yang berserakan sepanjang jalan menuju TPK.

Saat di konfirmasi langsung, Kasie Operasional UPTD TPSTR Budi Agriawan yang juga PPK DLH Jabar mengakui kekurangan akan pengelolaan TPK Sarimukti Cipatat.

“Saya akui TPK belum maksimal dalam pengelolaan limbah cair lindi, namun ini masih dalam masa percobaan, karena memang TPK Sarimukti tidak ideal dan tidak cukup baik untuk menampung sampah yang sudah overload dari kota dan kabupaten Bandung,” ungkapnya, Kamis (14/4/22).

Lebih lanjut katanya, dalam masalah ini dirinya juga sudah di panggil menghadap Kepala Dinas. Ia sudah jelaskan permasalahan di lapangan, namun bagaimana lagi karena ini terkait dengan anggaran oerasional juga SDM personil.

“Saya juga sudah jelaskan itu semua, bahkan jujur saya juga sudah tidak sanggup dalam masalah ini, namun mau apa lagi itulah yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Untuk area luar TPK jelasnya, itu merupakan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat.

“Kami tidak ada tanggung jawab, karena itu tugas mereka, bahkan dengan kejadian longsor 2019 lalu, lahan Perhutani saja terpakai untuk penumpukan sampah yang memang tidak tertampung lagi di TPK Sarimukti, harusnya TPK ini sudah tidak terpakai, yang memang rencananya akan di tutup, bisa di sebut ini darurat,” ucapnya.

Budi menambahkan, harusnya kepala dinas bisa memberikan dana operasional lebih buat pihaknya, karena saat ini anggaran bisa di katakan tidak cukup untuk mengatasi sampah yang ada. Hal ini juga sudah di sampaikan ke Gubernur dan pernah di bahas.

Ketika diminta tanggapan dari pemerhati lingkungan Wattanasin Navretta yang akrab di sapa Malau mengutarakan tentang masalah pengelolaan sampah dan air Lindi di TPK Sarimukti, perlu diketahui air Lindi dari TPK dapat mempengaruhi kesehatan manusia, mencemari lingkungan dan biota perairan karena dalam lindi terdapat berbagai senyawa kimia organik maupun anorganik serta sejumlah bakteri patogen. Selain itu juga mengandung amoniak, timbal dan mikroba parasit seperti kutu air yang dapat menyebabkan gatal-gatal.

“Jelas Air Limbah Lindi TPK Sarimukti tampak by pass keluar jalur aliran sungai, itu sangat berbahaya, karena menyerap ke pori-pori tanah yang akan di gunakan masyarakat saat memakai air tanah,” tandas Malau yang juga seorang jurnalis ini.

Dia juga mengatakan secara tegas bahwa seharusnya DLH Prov Jabar menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan, seolah – olah mereka tidak mendukung program Citarum Harum, kalau dilihat faktanya bahwa air lindi dari TPK Sarimukti yang tidak layak buang, masih mengalir terjun bebas ke Sungai Citarum.

“Sangat Ironis sekali ketika LH melakukan tindakan terhadap para pengusaha nakal pembuang limbah berbahaya ke Sungai Citarum, faktanya dirinya sendiri (LH, red) menanggulangi kendala TPK Sarimukti saja tidak sanggup, lalu siapa yang akan memberikan sanksi kepada Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.