banner 728x250

Forum Aktivis Advokad Membela Keadilan Meminta Polda Sumsel Stop Kriminalisasi

  • Bagikan
banner 468x60
banner 468x60

PALEMBANG, LENSASRIWIJAYA.COM – Terkait penangkapan ketua koperasi rimau sawit di Kabupaten Banyuasin yang diduga telah dikriminalisasi. Forum Aktivis, Advokad membela keadilan yang tergabung dari SCW, NCW, Amphibi, Garda Api, HPN, dan tim Advokasi pekat Indonesia bersatu Sumsel. menggelar konferensi Pers, di Omah Cafe, Selasa (15/9/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dengan laporan polisi nomor LPB/554/VII/2019/SPKT, tanggal 15 Juli 2019 atas nama pelapor Agung Wibowo, yang melaporkan Parjio Atas dugaan penggelapan, sehingga Parjio ditahan di Dit Tahti Polda Sumsel, pada (4/9/2020) sampai (23/9/2020).

banner 336x280

Diketahui, dalam kasus dugaan kriminalisasi tersebut lantaran masalah konflik antara ketua koperasi rimau sawit sejahtera dan kepala perusahaan PT Cipta Lestari Sawit.

Ketua Garda Api Sumsel, Yan Coga mengatakan, pihaknya mendesak kapolda sumsel agar membebaskan saudara parjio yang di Kriminalisasi, dan masalah hukumnya pihaknya menganggap dipaksakan sehingga menjadi tanda tanya besar, dugaan sementara ada oknum yang bermain.

“Hari kamis nanti kami akan melakukan aksi damai ke Polda Sumsel dan meminta saudara parjio untuk dibebaskan,” ujarnya.

Direktur Executive Sriwijaya Corruption Watch (SCW), Sanusi mengatakan, objek dugaan penggelapan lahan yang dituduhkan PT Cipta Lestari Sawit seluas 17,5 hektare terhadap Parjio masih dalam perselisihan. Keberadaan lahan tumpang tindih dan belum jelas antara kedua kubu, perlu dilakukan verifikasi seluruh luas lahan plasma koperasi Rumah Sawit Sejahtera 2.313 hektare.

“Kami meminta Kapolda Sumsel untuk memberhentikan kasus tersebut yang diduga mengakibatkan kerugian material, kerugian individu yang diterima oleh ketua koperasi. Kami meminta kasus tersebut dihentikan jangan sampai dilanjutkan, terkait kasus yang dilaporkan oleh kuasa perusahaan PT Cipta Lestari Sawit,” tegasnya.

Dikatakan Sanusi, pihaknya menilai bahwa pandangan atas kejadian tersebut salah sasaran, karena kejadian tersebut dugaan masuk pasal 374 KUHP dan pasal 372 KUHP tidak melekat pada penahanan Dit tahti Polda Sumsel, dalam waktu dekat pihaknya sebagai pendamping akan melakukan aksi demo yang tergabung dari lima lembaga, SCW, NCW, Amphibi, Garda Api, HPN, dan tim Advokasi pekat Indonesia bersatu Sumsel.

“Permasalahan ini belum inkrah secara hukum, tetapi saudara Parjio dipaksakan langsung tersangka dan ditahan,” tambah ketua Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan dan Limbah B3 (AMPHIBI B3), Rubi Indiarta saat menggelar jumpa pers di Omah Kopi Palembang.

Ditempat yang sama, Ing Suardi als Cakuk mengatakan, menyikapi dari hasil laporan bahwa aparat kepolisian Polda Sumsel, untuk menahan ketua koperasi tersebut menurutnya ini terkesan sangat dipaksakan, karena berdasarkan hasil laporan investigasi yang diterima koperasi tersebut masih dalam sengketa.

Sementara Itu, Ketua National Corruption Watch (NCW), Ruben Alkatiri menambahkan, bahwa pihaknya memiliki tiga poin tuntutan terhadap permasalahan kriminalisasi tersebut. Pertama, meminta Parjio dilepaskan penahanan, meminta BPN mengukur ulang lahan yang diperdebatkan, dan meminta pemerintah mengecek ulang izin amdal PT Cipta Lestari Sawit.

“Apabila tuntutan para aktivis ini tidak diindahkan, maka pihaknya dalam waktu dekat bakal menggelar aksi demo di Mapolda Sumsel untuk menuntut agar Parjio dibebaskan dari penahanan. Diketahui, saudara Parjio ini sudah ditahan cukup lama sejak 4 September lalu, kami minta Polda Sumsel melepaskannya karena hal ini sudah masuk dalam ranah pemaksaan tersangka,” tegasnya. (Del).

banner 336x280
banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *