Peran Ilmu Analisis Pangan dalam Menjaga Gizi dan Keamanan Konsumsi Susu

  • Bagikan

JAKARTA, Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari bahwa pada proses pengolahan susu, seperti UHT (Ultra High Temperature) dan pasteurisasi, dapat mempengaruhi kandungan gizi di dalamnya. Akibatnya, konsumen sering kali memilih jenis susu tanpa mempertimbangkan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti pada anak-anak, lansia, atau individu yang mengalami malnutrisi.

Untuk mengetahui perbedaan nilai gizi susu seperti susu segar dan susu UHT, diperlukan pendekatan ilmiah melalui analisis pangan. Biasanya melalui uji laboratorium yang melibatkan analisis kadar protein, lemak, vitamin, dan mineral, sehingga diperoleh data kuantitatif yang akurat mengenai perubahan kandungan nutrisi akibat proses pengolahannya.

Analisis pangan sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari dan mengembangkan prosedur analitik untuk meneliti dan memeriksa sifat-sifat dari suatu pangan ataupun produknya. Baik dari segi komposisi, struktur, sifat fisik dan kimia, ataupun dari ciri-ciri organoleptiknya.

Tujuan analisis pangan dilakukan untuk beberapa hal penting, yaitu:

Memenuhi peraturan pemerintah terhadap pangan
– Menjamin keamanan pangan
– Kontrol kualitas baik dari bahan baku, proses pengolahan, dan juga menguji produk akhir
– Penelitian dan pengembangan produk baru.

Melalui analisis pangan ini dapat melakukan analisis yang komparatif kandungan gizi susu dengan menggunakan beberapa metode analisis pangan seperti:

Metode Spektrofotometri UV-VIS untuk menganalisis kadar kalsium (Ca) pada susu dengan menggunakan panjang gelombang 400-700 nm.
– Metode Kjeldahl matode untuk menganalis kandungan protein kasar dalam bahan pangan secara tidak langsung, seperti pada asam amino, protein, dan senyawa lain yang memiliki kandungan nitrogen.
– Metode Gravimetri untuk menganalisis kadar lemak yaitu menggunakan metode Sokletasi, pelarut yang digunakan adalah heksana yang memiliki sifat yang sama dengan sampel yaitu non polar.
– Metode Kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC)  menjadi alat pengujian analisis berbagai senyawa bioaktif termasuk vitamin yang larut dalam air pada susu.

Uji Mikrobiologi penting dilakukan karena jumlah dan keberadaan mikroorganisme menjadi indikator utama kualitas susu serta penanganan susu dari peternakan hingga ke konsumen.

Dengan adanya analisis pangan yang mencakup berbagai metode ilmiah seperti Spektrofotometri UV-VIS, Kjeldahl, Gravimetri Sokletasi, HPLC, dan Uji Mikrobiologi, kita dapat memperoleh data mengenai nutrisi susu. Hasil analisis pangan terhadap susu ini tidak hanya berguna untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, tetapi juga membantu konsumen yang mengkonsumsi produk sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing, terutama bagi kelompok rentan seperti pada anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Artikel ini ditulis :

Ananda Fauziyyah (4444230038)
Jurusan Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Refrensi:
Fauzi, A., dan Suhendi, A. 2023. Penetapan kadar protein produk susu bubuk dengan metode Kjeldahl. Jurnal Farmasi Klinik dan Sains. Vol. 3(2): 27-31.
Febriyanti, E., Nurhajawarsi, N., dan Umbara, F. 2019. Penetapan Niasin Pada Contoh Susu Formula Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan Teknik Persiapan Contoh Termodifikasi yang Sederhana. Indonesian Journal of Industrial Research. Vol. 36(1): 40-47.
Harini, N., Marianty, R., dan Wahyudi, V. A. (2019). Analisa pangan. Jakarta: Zifatama Jawara.
Priatni, H. L., dan Pauziah, R. 2023. Perbandingan Kadar Kalsium (Ca) Susu Sapi Murni Dan Susu Sapi Kemasan Dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet Visibel Yang Beredar Di Kecamatan Cigugur Kuningan. Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan). Vol. 8(1): 1-6.
Saputri, G. A. R., Ulfa, A. M., dan Utami, N. K. D. 2020. Penetapan Kadar Lemak Total pada Susu Kental Manis Cokelat yang Dijual di Minimarket Kota Bandar Lampung dengan Metode Sokletasi. Jurnal Analis Farmasi. Vol. 5(2): 104-110.
Wicaksono, A., dan Sudarwanto, M. 2016. Prevalensi mastitis subklinis dan evaluasi mikrobiologis susu peternakan rakyat di Boyolali. Acta Veterinaria Indonesiana. Vol. 4(2): 51-56.

  • Bagikan